Jack Ma, si “Trilion Hou”

Jack Ma, si “Trilion Hou”

Oleh : Mesti Perawati Sinamo

Tak pernah kenal kata menyerah. Sadar akan kekurangan yang Jack Ma miliki, ia tidak patah semangat, berjuang dan tetap berjuang dalam meraih impiannya. Banyaknya tantangan dan kendala yang singgah ke kehidupannya tidak membuat ia menyerah begitu saja. Justru hal itulah yang memberikan semangat kepadanya untuk selalu berjuang sampai ia menjadi pengusaha sukses yang berhasil merintis bisnisnya dari nol.

Lelaki kelahiran Hang Zhou, Tiongkok pada 10 November 1964 yang memiliki nama asli Ma Yun. Ia sudah menerima penolakan  sejak dia SD karena nilai ujian Matematikanya yang kurang memadai. Bahkan untuk masuk SD, SMP, dan SMA, ia harus melakukan tes berkali- kali sampai sekolah tersebut menerimanya.

Kehidupan keluarganya pun serba pas-pasan. Orangtuanya bekerja sebagai pemusik dan pendongeng tradisional yang hanya mendapatkan tunjangan pensiun sebesar Rp500.000. Kehidupan Jack Ma tidak semulus dugaan kita. Tidak ada satupun prestasi yang ia raih. Malahan ia kerap membuat masalah dan sering berkelahi dengan teman sekolahnya. Hal itu yang membuat Jack Ma tidak lulus ujian sekolah dasar sampai dua kali. Saat ingin meneruskan ke sekolah lanjutan, ia mengalami kegagalan lulus ujian sebanyak 3 kali.

Di usianya yang ke-12, Jack Ma belajar bahasa Inggris selama 8 tahun dengan menjadi pemandu wisata di sebuah hotel dekat Danau Hang Zhou. Pekerjaann ini membuat pemikiran Jack Ma melampaui anak-anak seusianya. Namun, kehidupan Jack Ma tidak hanya berakhir  di situ saja. Ia tetap berjuang sangat keras tanpa kenal lelah.

Setelah tamat SMA, Jack Ma berkeinginan untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi  karena ia sadar bahwa pendidikan akan membawanya ke kehidupan yang lebih baik kelak. Ia mencoba ke berbagai universitas tapi keberuntungan tidak berpihak kepadanya. Ia ditolak berkali- kali.

Namun ia mencoba lagi, akhirnya ia berhasil masuk ke Hang Zhou dan akhirnya ia berhasil masuk ke Hang Zhou Teacher’s Institute dan lulus tahun 1988. Kehidupan Jack Ma seperti lembaran kertas yang selalu terisi dengan warna- warni pena tanpa henti. Banyak hal yang lebih susah yang ia alami daripada sebelumnya.

Saat ia melamar ke berbagai pekerjaan, tidak ada satupun yang menerimanya. Bahkan saat melamar menjadi karyawan di KFC pun ia tidak diterima. Dari 24 calon karyawan hanya 23 yang diterima dan hanya menyisakan dirinya yang ditolak. Ia sempat frustrasi, tapi sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya. Akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris dengan gaji sebesar US$ 12 (Rp 160.000,-) per bulannya.

Karena ingin kehidupannya lebih baik, Jack Ma pergi ke Amerika Serikat pada tahun 1995 untuk mengikuti proyek pembangunan jalan raya. Disitulah ia mengenal kata internet dan komputer. Ia mencoba  menggunakannya dengan mencari kata “beer” dan “China”. Namun kata tersebut tidak tertera. Terlintas sebuah ide untuk membuat situs. Sebelumnya, Jack Ma sempat bekerja di Kementerian Luar Negeri China dengan menawarkan jasa penjualan produk China menggunakan  akses Internet.

Dia melihat peluang besar untuk menjual barang- barang melalui internet. Akhirnya, di tahun 1999, ia keluar dan membuat situs sendiri. Ia mengumpulkan temannya dan mengemukakan tentang gagasannya. Tentu banyak meragukan gagasan Jack Ma, selain belum berpengalaman, Jack Ma juga bukanlah seseorang yang ahli dalam komputer apalagi coding.

Walau begitu, ia tidak pantang menyerah dan akhirnya ia berhasil mengumpulkan dana patungan bersama teman-teman sebesar US$ 60.000 untuk mendirikan situs yang diberi nama Alibaba.

Perlahan demi perlahan kehidupannya membaik  berkat situs Alibaba. Kehidupan Jack Ma yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah kemudian berubah menjadi seorang milyarder. Ia bertambah sukses setelah Alibaba melepas saham perdananya di bursa saham AS

Hal ini membuat Alibaba tidak pernah menyerah walau memiliki banyak kekurangan. “Jika kamu tidak menyerah, kamu masih punya kesempatan, dan jika kamu kecil, kamu harus fokus dan mengandalkan otakmu, bukan kekuatanmu”, itulah pesan Jack Ma.

Kehidupan Jack Ma seperti duri yang tertancap di tubuh. Ia harus berusaha menarik satu per satu duri meskipun sakit dan mungkin mengeluarkan banyak darah. Namun pada akhirnya semua duri akan lepas dari tubuhnya. Ia tak pernah mengeluh karena lahir di keluarga yang tidak kaya. Walau begitu ia tetap menjalani kehidupannya. Setiap usaha memerlukan perjuangan, jadi, berjuanglah.

 

Ditulis oleh mesti Perawati Sinamo

Siswa Kelas XI SMA Swasta Methodist Tanjung Morawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *